BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Pengabdi Universitas Bangka Belitung melestarikan kearifan lokal untuk dikembangkan menjadi obat herbal di Dusun Aik Abik, Kabupaten Bangka.
Pedanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hibah internal Universitas Bangka Belitung.
Ketua Tim Pengabdi UBB Robby Gus Mahardika yang berannggotakan Occa Roanisca dan Henri memberikan pengetahuan tentang pengolahan pucuk kayu lubang menjadi masker peel off kepada masyarakat setempat, Sabtu (22/7/2023) lalu.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan toleh mahasiswa dan dosen UBB didapatkan bahwa pucuk kayu lubang memiliki aktivitas biologi yang sebagai anti bakteri jerawat.
"Selanjutnya pemanfaatan terhadap tumbuhan kayu lubang dihilirisasi menjadi masker peel off," kata Anggota Tim Pengabdi UBB, Occa kepada bangkapos.com, Minggu (23/7/2023).
Pada kegiatan ini tim pengabdi memfasilitasi penyampaian materi oleh narasumber dari Perwakilan BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ronny Adha Wicaksono, mengenai tata cara pengajuan legalitas BPOM untuk obat herbal dan karakteristik kosmetika yang aman.
Diharapkan dengan kegiatan ini sebagai stimulus bagi masyarakat Dusun Aik Abik untuk melestarikan dan memanfaatkan potensi lokal menuju hilirisasi produk.
Tak hanya itu, dalam kegiatan itu ada demo pembuatan masker feel off berbahan baku pucuk kayu lubang memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk turunan berbasis tumbuhan lokal.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Bisa Atasi Jerawat, Masyarakat Aik Abik Dibekali Ilmu Bikin Masker dari Kayu Lubang oleh Dosen UBB, https://bangka.tribunnews.com/2023/07/23/bisa-atasi-jerawat-masyarakat-aik-abik-dibekali-ilmu-bikin-masker-dari-kayu-lubang-oleh-dosen-ubb.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
.png)