Sejumlah mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) meneliti potensi limbah kulit lada yang dikombinasikan dengan material semikonduktor untuk menguraikan limbah cair kelapa sawit.
Tim mahasiswa ini merupakan kolaborasi lintas jurusan yaitu Jurusan Kimia dan Jurusan Ilmu Kelautan. Tim yang beranggotakan Candra dan Pradana Abdul Mashel (Mahasiswa Kimia) dan Fauzan Saputra (Mahasiswa Ilmu Kelautan) yang didampingi Dosen Pendamping Verry Andre Fabiani berhasil meraih pendanaan penelitian dari Kemendikbudristek Tahun 2024 melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Menurut ketua tim peneliti, Candra, pemilihan limbah kulit lada sebagai material utama karbon aktif dikarenakan Bangka Belitung merupakan penghasil lada terbesar di Indonesia dimana limbah kulit lada nya tidak termanfaatkan dengan baik. Kulit lada dapat dimanfaatkan sebagai karbon aktif karena memiliki kemampuan penyerapan yang tinggi terhadap polutan organik pada limbah cair.
Candra menjelaskan, karbon aktif dikombinasikan dengan material semikonduktor TiO2 untuk meningkatkan aktivitas fotokatalitik dalam mengurai senyawa organik pada limbah cair sawit. Mengingat Bangka Belitung banyak memiliki industri sawit sehingga kami mencoba memberikan solusi untuk menangani limbah cair sawit melalui hasil penelitian ini.
“Penelitian ini memanfaatkan potensi lokal untuk menyelesaikan masalah lokal, kami berharap penelitian ini terus berkembang dan dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih besar”, tutur Candra.
Serangkaian tahapan penelitian telah dilakukan tim peneliti dan hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan kulit lada sebagai karbon aktif yang dikombinasikan dengan TiO2 mampu menurunkan kadar BOD dan COD pada limbah cair kelapa sawit.
.png)