BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) kembangkan pengolahan limbah pakaian menjadi produk fashion tas, cladding dan pounbag.
Pengembangan limbah pakaian ini merupakan inovasi yang dilakukan mahasiswa melalui program pembinaan wirausaha yang sudah berlangsung selama satu tahun terakhir.
Uniknya produk olahan fashion karya tim mahasiswa UBB jurusan Kimia ini dikombinasikan dengan kain cual Bangka sehingga memilki nilai budaya.
Bahkan inovasi terbaru, para mahasiswa ini langsung menyertakan QR Code yang bisa diakses konsumen sehingga selain memiliki fungsi untuk menunjang fashionable, namun juga memberikan edukasi tentang wisata yang ada di Bangka Belitung.
"Awalnya UBB punya program Pembinaan Wirausaha, tahun kemren kita dapat pendanaan dalam usaha tahap awal dan kita inisiatiatif memanfaatkan limbah pakaian untuk dijadikan produk fashion seperti tas, cladding, dan pounbag," ungkap Ketua Tim Program Pembinaan Wirausaha UBB, Nova Azka Tafdila kepada Bangkapos.com, Jumat (29/9/2023).
Diakuinya, olahan produk limbah pakaian yang dikelolah pihaknya cukup diminati konsumen, baik lokal maupun luar daerah. Terutama dengan adanya tambahan kain cual yang menjadi ciri khas Bangka Belitung.
"Kain cual ini kita beli langsung di pengrajin cual seperti ishadi dan pengrajin lainnya. Untuk peminat produk limbah pakaian yang kita olah menjadi produk fashion ini cukup banyak, terutama ketika kita ada event bazar di Surabaya kemarin peminay cukup banyak. Dan kita juga mengandeng para duta di Babel untuk ikut mempromosikan," ucapnya.
Meski mengunakan bahan baku limbah kata Nova, pihaknya memastikan jika produk yang dipasarkan telah melalui tahap dan proses yang aman untuk digunakan.
Tak hanya itu, dalam proses pembuat produk fashion ini pihaknya juga melibatkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk penjahitan dan lainnya. Serta dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, Occa Roannisca.
"Produk yang kita pasar ini aman digunakan karena sebelum diolah, limbah ini kami cuci dan laundry, trus juga kita tambahkan bahan kima yang aman agar produk ini terjamin untuk digunakan, kemudian diolah, produksi, jait dan lain sebagainya," kata Nova.
Diketahui produk fashin yang dikelola mahasiswa UBB ini ditawarkan mulai dari harga Rp35 ribu hingga Rp150 ribu.
Nova menyebut, produk olahan fashion limbah pakaian ini bisa langsung disesuaikan dengan keinginan konsumen.
"Jadi untuk produk ini kita ada yang ready, ada PO dan bisa juga request sesuai keinginan konsumen," tuturnya.
Dia berharap produk limbah pakaian yang dikelola ini bisa dikenal masyarakat lokal hingga kanca nasional serta sekaligus membantu memperkenalkan budaya di Bangka Belitung.
(Bangkapos.com/Sela Agustika)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Mahasiswa UBB Olah Limbah Pakaian Menjadi Produk Bernilai Cuan, https://bangka.tribunnews.com/2023/09/29/mahasiswa-ubb-olah-limbah-pakaian-menjadi-produk-bernilai-cuan.
Penulis: Sela Agustika | Editor: Ardhina Trisila Sakti
.png)